Beranda / Pusat Informasi / Panduan & Edukasi / Open Top Container Adalah: Ukuran, Kode ISO & Cara Muat

Open Top Container Adalah: Ukuran, Kode ISO & Cara Muat

Oleh: Arya Wirawan β€’ 09 Okt 2026 β€’ 11 mnt baca β€’ 1 dilihat β€’ Panduan & Edukasi
Open Top Container Adalah: Ukuran, Kode ISO & Cara Muat
Bagikan:

Open Top Container Adalah: Pengertian, Ukuran, Kode ISO, dan Cara Muat

Open top container adalah peti kemas yang tidak memiliki atap baja permanen. Bagian atasnya ditutup terpal yang bisa dilepas, sehingga barang yang terlalu tinggi, berat, atau panjang untuk masuk lewat pintu bisa dimasukkan dari atas dengan crane. Dinding samping dan lantainya tetap baja, sama seperti container biasa. Karena itu, open top container juga sering disebut kontainer atap terbuka.

Ringkasnya:

•     Ukuran yang umum: 20 feet, 40 feet, dan 40 feet high cube

•     Kode ISO: 22U1 (20 feet), 42U1 (40 feet), dan 45U1 (40 feet high cube)

•     Penutup atas: terpal yang ditopang batang baja melintang (roof bows)

•     Cocok untuk: mesin, pipa dan besi panjang, kayu gelondongan, batu bara, dan scrap

Ciri-Ciri dan Bagian Open Top Container

Dari luar, open top container terlihat mirip container biasa. Bedanya baru terlihat di bagian atas dan pintu. Ini bagian-bagian yang perlu Anda kenali sebelum memakai atau membeli unitnya.

Terpal, Roof Bows, Swing Header, dan Lashing Ring

•     Terpal: penutup atas dari bahan PVC tebal. Terpal diikat dengan kabel pengunci yang melewati ring di sepanjang tepi atas container, dan kabel ini bisa disegel untuk pengiriman.

•     Roof bows: batang baja melintang yang menopang terpal. Roof bows bisa dilepas saat bongkar muat, dan juga ikut menjaga kekakuan rangka container.

•     Swing header: balok atas pada kusen pintu yang bisa diayun atau dilepas. Dengan header terbuka, barang tinggi bisa dimasukkan dari pintu belakang memakai forklift.

•     Lashing ring: titik ikat di lantai dan rangka untuk mengunci barang agar tidak bergeser.

•     Dinding dan lantai: dinding baja bergelombang dan lantai kayu, sama dengan container standar.

Soft Top vs Hard Top

Open top yang paling umum adalah tipe soft top, yaitu beratap terpal. Ada juga tipe hard top dengan atap baja yang bisa diangkat. Hard top lebih kedap dan lebih aman untuk barang bernilai tinggi, tetapi atapnya berat sehingga membutuhkan alat angkat untuk membukanya. Ketersediaannya di Indonesia juga jauh lebih sedikit.

Ukuran Open Top Container 20 Feet, 40 Feet, dan 40 HC

Ukuran luar open top container sama dengan container standar, jadi bisa diangkut truk dan kapal yang sama. Yang berbeda adalah ukuran dalam, bukaan pintu, dan bukaan atap. Angka di bawah mengacu pada spesifikasi carrier Hapag-Lloyd; selisih antar pabrikan biasanya hanya beberapa sentimeter.

Open Top Container 20 Feet

•     Ukuran luar: 6,058 × 2,438 × 2,591 m

•     Ukuran dalam: 5,895 × 2,350 × 2,340 m

•     Bukaan pintu: 2,338 × 2,280 m

•     Bukaan atap: 5,338 × 2,230 m

•     Volume: ±32,5 m³

•     Berat kosong: ±2,35–2,45 ton. Muatan maksimal: ±28–30 ton, tergantung rating unit

Open Top Container 40 Feet

•     Ukuran luar: 12,192 × 2,438 × 2,591 m

•     Ukuran dalam: 12,029 × 2,350 × 2,344 m (2,420 m jika roof bows dilepas)

•     Bukaan pintu: 2,340 × 2,276 m

•     Bukaan atap: 11,552 × 2,230 m

•     Volume: ±66,8 m³

•     Berat kosong: ±3,7–4,1 ton. Muatan maksimal: ±28,4–28,8 ton

Open Top Container 40 Feet High Cube

•     Ukuran luar: 12,192 × 2,438 × 2,896 m

•     Ukuran dalam: 12,029 × 2,352 × 2,649 m (2,720 m jika roof bows dilepas)

•     Bukaan pintu: 2,352 × 2,570 m

•     Bukaan atap: 11,552 × 2,192 m

•     Volume: ±74,9 m³

•     Berat kosong: ±4,1–4,3 ton. Muatan maksimal: ±28,2–28,4 ton

Perhatikan bukaan atapnya. Lebar bukaan atap sekitar 2,2 m, sedikit lebih sempit dari lebar dalam container, karena ada rel atas di kedua sisi. Barang yang diturunkan dengan crane harus lebih sempit dari angka ini.

Tinggi dalam open top dihitung sampai bagian bawah roof bows. Saat roof bows dilepas, ruang vertikal bertambah sekitar 7–8 cm. Selisih kecil ini kadang menentukan apakah sebuah mesin muat atau tidak.

Kode ISO Open Top Container: 22U1, 42U1, dan 45U1

Setiap container punya kode ukuran dan tipe sesuai standar ISO 6346. Kode ini dicetak di pintu, biasanya di bawah nomor container. Untuk open top, kodenya dibaca seperti ini:

•     Karakter pertama (panjang): 2 berarti 20 feet, 4 berarti 40 feet.

•     Karakter kedua (tinggi): 2 berarti 8 feet 6 inci (standar), 5 berarti 9 feet 6 inci (high cube).

•     Huruf U: kelompok tipe open top.

•     Angka setelah U: detail konstruksi. Angka 1 berarti ada bukaan di ujung (pintu) dan bagian atas rangka ujung bisa dilepas, yaitu swing header.

Jadi 22U1 adalah open top 20 feet tinggi standar, 42U1 adalah open top 40 feet tinggi standar, dan 45U1 adalah open top 40 feet high cube. Sebagai perbandingan, container hard top memakai kode U6, misalnya 22U6.

Fungsi Open Top Container dan Contoh Muatannya

Open top container dipakai terutama untuk mengangkut barang yang tidak praktis dimasukkan lewat pintu. Contoh muatan yang sering memakai open top:

•     Mesin dan peralatan industri yang tinggi atau hanya bisa diangkat dari atas.

•     Pipa, besi beton, dan baja profil yang panjang dan lebih mudah diturunkan dengan crane.

•     Kayu gelondongan dan balok kayu.

•     Muatan curah seperti batu bara, bijih mineral, dan pasir.

•     Scrap logam yang dimuat dengan excavator atau magnet crane.

•     Blok batu, granit, dan marmer yang berat.

Di lokasi proyek, open top juga sering dipakai sebagai tempat penyimpanan material panjang atau bak penampung sisa material, karena bisa diisi dan dikosongkan dari atas.

Cara Memuat Barang ke Open Top Container

Urutan kerja di bawah ini membantu proses muat berjalan aman dan tidak merusak terpal atau rangka container.

1.    Cocokkan ukuran dan berat barang. Pastikan barang lebih sempit dari bukaan atap dan beratnya di bawah batas muatan yang tertera di pintu.

2.    Siapkan alat angkat dan lokasi. Letakkan container di permukaan yang rata, lalu siapkan crane, reach stacker, atau forklift dengan kapasitas yang cukup.

3.    Lepas kabel pengunci dan buka terpal. Gulung terpal dan simpan di tempat kering agar tidak sobek.

4.    Lepas roof bows yang menghalangi. Beri tanda urutannya supaya mudah dipasang kembali.

5.    Buka swing header jika memuat dari pintu. Cara ini menambah tinggi bukaan pintu untuk barang yang masuk dengan forklift.

6.    Turunkan barang perlahan. Atur posisi agar berat tersebar merata dan titik beratnya di tengah container.

7.    Ikat barang ke lashing ring. Gunakan ganjal kayu agar barang tidak bergeser selama perjalanan.

8.    Pasang kembali header, roof bows, dan terpal. Kencangkan kabel pengunci, lalu segel jika diperlukan.

Jika barang lebih tinggi dari dinding container, terpal dipasang menutupi barang dan container tidak bisa ditumpuk. Pengiriman seperti ini termasuk kategori out of gauge, jadi konfirmasikan dulu ke pelayaran atau ekspedisi sebelum booking.

Jika lokasi Anda belum punya alat angkat, Alumoda juga melayani sewa reach stacker dan forklift.

Open Top, Dry Container, atau Flat Rack? Pilih dari Ukuran Kargo

Cara paling cepat menentukan jenis container adalah membandingkan ukuran kargo dengan ukuran pintu dan bagian dalam container.

•     Muat lewat pintu (lebar di bawah ±2,34 m dan tinggi di bawah ±2,28 m) dan bisa didorong forklift: cukup pakai dry container, yang lebih murah dan lebih kedap.

•     Lebih tinggi dari pintu, tetapi masih di bawah tinggi dalam container, atau terlalu berat dan panjang untuk dimasukkan lewat pintu: pakai open top container.

•     Lebih tinggi dari dinding container, tetapi lebarnya masih muat: pakai open top dengan terpal menutupi barang, atau flat rack.

•     Lebih lebar dari ±2,35 m: pakai flat rack container, karena tidak punya dinding samping.

•     Perlu dimuat dari samping dengan forklift: pertimbangkan open side container.

Contoh: mesin setinggi 2,30 m dengan lebar 2 m tidak bisa masuk lewat pintu open top 40 feet standar yang tingginya 2,276 m. Mesin itu tetap muat di dalam container jika diturunkan dari atas dengan crane, atau dimasukkan lewat pintu setelah swing header dibuka.

Kelebihan dan Kekurangan Open Top Container

Kelebihan

•     Barang tinggi, berat, dan panjang bisa dimuat dari atas dengan crane.

•     Dinding baja melindungi sisi barang, jadi lebih aman daripada flat rack.

•     Bisa ditumpuk dan diangkut seperti container standar selama barang tidak melebihi tinggi dinding.

•     Praktis untuk muatan curah yang diisi dan dikosongkan dari atas.

Kekurangan

•     Terpal tidak sekedap atap baja dan bisa bocor jika sobek atau tidak terpasang rapat.

•     Terpal lebih mudah dibuka paksa, jadi kurang ideal untuk barang kecil bernilai tinggi.

•     Berat kosongnya sedikit lebih besar dari dry container karena ada roof bows dan rangka penguat.

•     Unitnya lebih sedikit di pasaran, sehingga harga jual dan sewanya lebih tinggi dari dry container.

Harga Jual dan Sewa Open Top Container

Harga open top container bergantung pada ukuran, kondisi unit, kelengkapan terpal dan roof bows, lokasi pengiriman, dan durasi sewa. Sebagai gambaran:

  • Open top container 20 feet bekas: mulai dari Rp40.000.000
  • Open top container 40 feet bekas: mulai dari Rp65.000.000
  • Open top container 20 feet baru: mulai dari Rp70.000.000
  • Sewa open top container 20 feet: mulai dari Rp4.000.000 per bulan

Saat membandingkan harga unit bekas, pastikan terpal dan roof bows-nya lengkap. Kedua bagian ini bisa saja sudah hilang atau rusak, dan biaya penggantiannya perlu dihitung. Harga di atas belum termasuk ongkos kirim ke lokasi Anda. Untuk kebutuhan jangka pendek, sewa container biasanya lebih hemat.

Cara Cek dan Merawat Open Top Container

Bagian yang paling cepat aus pada open top container adalah terpal dan roof bows. Periksa bagian berikut sebelum membeli, menyewa, atau memakai unit:

•     Terpal: cari sobekan, lubang, sambungan yang lepas, dan ring tepi yang rusak. Siram air di atasnya untuk memastikan tidak ada rembesan.

•     Kabel pengunci: pastikan panjangnya cukup dan ujungnya masih bisa disegel.

•     Roof bows: hitung jumlahnya, pastikan tidak bengkok, dan dudukannya tidak berkarat.

•     Swing header: pastikan engsel atau pinnya bisa dibuka dan dikunci kembali tanpa macet.

•     Lantai, dinding, dan corner casting: cek lantai yang lapuk, karat tembus, dan retak, sama seperti container biasa.

Untuk perawatan rutin, jaga terpal tetap kencang agar air hujan tidak menggenang di atasnya, simpan terpal cadangan di tempat kering, dan lumasi engsel header secara berkala. Terpal yang mulai getas sebaiknya segera diganti sebelum sobek saat pengiriman.

Jika unit Anda butuh perbaikan, tim kami melayani maintenance dan repair container. Lihat juga estimasi biaya repair container sebagai gambaran awal.

FAQ seputar Open Top Container

Apa kode container open top?

Kode ISO open top container adalah 22U1 untuk 20 feet, 42U1 untuk 40 feet, dan 45U1 untuk 40 feet high cube. Huruf U menandakan tipe open top.

Container terbuka namanya apa?

Tergantung sisi yang terbuka. Container yang terbuka di atas disebut open top, yang punya pintu di sisi panjang disebut open side, yang tidak punya atap dan dinding samping disebut flat rack, dan yang hanya berupa lantai disebut platform container.

Apakah open top container tahan hujan?

Dengan terpal yang utuh dan terpasang rapat, air hujan tertahan. Namun terpal tidak sekedap atap baja, jadi bungkus barang yang sensitif air dengan plastik dan cek terpal sebelum dipakai.

Apakah open top container bisa ditumpuk?

Bisa, selama barang tidak melebihi tinggi dinding dan roof bows serta terpal terpasang. Container dengan barang yang menonjol di atas dinding tidak bisa ditumpuki container lain.

Bagaimana jika barang lebih tinggi dari dinding container?

Barang masih bisa dikirim dengan open top, dengan terpal menutupi barang. Pengiriman ini termasuk out of gauge, tidak bisa ditumpuk, dan biayanya biasanya lebih tinggi.

Apa beda open top container biasa dan high cube?

Open top high cube 30 cm lebih tinggi. Tinggi dalamnya sekitar 2,65 m dibanding 2,34 m pada tipe standar, dan volumenya sekitar 74,9 m³ dibanding 66,8 m³ untuk ukuran 40 feet.

Apa beda open top dan open side container?

Open top dimuat dari atas dengan crane. Open side punya pintu lipat di sepanjang satu sisi panjangnya, sehingga barang dimuat dari samping dengan forklift.

1 TEU itu berapa?

TEU (twenty-foot equivalent unit) adalah satuan yang setara dengan satu container 20 feet. Jadi open top 20 feet dihitung 1 TEU dan open top 40 feet dihitung 2 TEU.

Kesimpulan

Open top container adalah pilihan tepat untuk barang yang terlalu tinggi, berat, atau panjang untuk dimasukkan lewat pintu. Sebelum memesan, cocokkan ukuran barang dengan bukaan atap dan batas muatannya, siapkan alat angkat di lokasi, dan pastikan terpal serta roof bows unitnya lengkap.

Jika Anda sedang membandingkan pilihan untuk proyek atau pengiriman, lihat unit jual dan sewa open top container di Alumoda, atau konsultasikan ukuran kargo Anda dengan tim kami untuk memastikan jenis container yang paling pas.

Hubungi via WhatsApp